NEWS
Menengok Pabrik Olahan Kakao Milik Jusuf Kalla di Konawe Selatan
Tanaman kakao atau cokelat menjadi andalan ekspor dari Sulawesi Tenggara. Di sini, hanya ada satu pabrik pengolahan kakao menjadi semi kakao yaitu PT Kalla Kakao Industri (KKI).

Sesuai dengan namanya, KKI merupakan salah satu anak usaha Kalla Group milik Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pabrik ini terletak di Jalan Walter Mongosidi, Kabupaten Konawe Selatan dan diambil oleh Kalla Group pada 2013 lalu dari pemilik namanya.

Berkesempatan menengok pabrik yang masuk dalam kawasan berikat ini. Di sini, perusahaan mengolah kakao menjadi produk semi kakao yang siap diekspor seperti butter, cake, dan powder kakao.

Manager Sales dan Marketing KKI, Prisma, mengatakan bahan bakunya berasal sari kakao mentah milik petani di sekitar Sultra. Jadi, KKI membeli langsung dari petani yang tergabung dalam puluhan kelompok tani binaan mereka.
“Kami belum punya kebun sendiri. Jadi ambil dari 5.000 petani yang kami bina dalam 60 kelompok tani. Mereka jual ke kami,” kata Prisma saat ditemui di pabrik KKI, Rabu (8/8).
Setiap harinya, pabrik KKI memproduksi kakao menjadi semi kakao mulai dari fermentasi, pengeringan dengan blower, lalu memasuki tahap bean cleaning, yaitu memisahkan biji kakao dari kulit dan hanya diambil intinya saja. Itupun hanya kualitas yang bagus yang diambil. Sementara kulit-kulit kering kakao yang tidak dipakai, dijadikan pakan ternak.

Setelah bean cleaning, memasuki tahap churshing atau winnowing. Di sini, kakao mass diroasting dan digrinding menghasilkan kakao pasta yang cair. Selanjutnya ada dua tahap berbeda yakni kakao mass yang didinginkan menjadi kakao beku alias dark chocolate.

“Tahap lainnya, yakni pressing. Di sinilah minyak butter dihasilkan. Dimasukkan dalam plastik yang sudah disiapkan di dalam kardus. Setelah tertutup rapat, dimasukkan dalam ruangan dingin bersuhu 7-8 derajat celcius,” kata Manajer Teknik dan Proses KKI, Dirman.

Untuk pendinginan kakao butter membutuhkan waktu dua hari. Setelah itu, kakao butter siap ditaruh di gudang terakhir sebelum diekspor.

Dalam proses pressing, kakao juga menghasilkan kakao cake dan kakao powder. Untuk kakao cake berbentuk bongkahan sama seperti kakao butter, sementara kakao powder berbentuk butiran hasil.

“Dua produk andalan kami untuk ekspor itu kakao butter dan kakao cake. Kakao butter banyak diekspor ke Jerman dan Belanda. Untuk kakao cake ke Spanyol dan Brazil. Kami juga kirim ke Amerika,” kata dia.

Kapasitas produksi pabrik ini mencapai 35 ribu ton per tahun. Tapi sejak beroperasi pada 2014, perusahaan baru mampu produksi 1.000 ton per bulan atau sekitar 1.2000 ton per tahun.

KKI mulai ekspor kakao butter dan kakao cake pada 2015. Tapi sejak awal 2018, mereka sudah bisa kirim barang ke Belanda lewat Kendari New Port. Volume ekspor pun mulai naik. Dua bulan terakhir, sudah ada 300 ton butter kakao dikirim ke Belanda dengan nilai ekspor Rp 27 miliar.
Let's deliver the right solution for your business
GET A QUOTE